Asian Games 2018 - Ajang Asian Games 2018 memang selalu menjadi alasan utama para pemain-pemain kelas Eropa, memanfaatkannya untuk menunjukkan kepada dunia, skill dan kualitasnya.
Terbukti, pemain-pemain jebolan Asian Games kini memiliki karir hebat bersama Tim-tim besar Eropa, seperti contohnya Son Heung Min yang saat ini selalu menjadi andalan di lini serang Tottenham Hotspurs.
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa, Son Heung Min sukses mengantarkan Korea Selatan meraih gelar Juara cabang sepakbola Asian Games 2014 yang pada saat itu digelar di Incheon, Korea Selatan.
Dapat kita simpulkan bahwa persaingan di ajang sepakbola bukan hanya terletak pada persaingan 25 Negara yang ikut ambil bagian, namun persaingan lebih ketat justru dimiliki oleh masing-masing individu.
Berbicara Asian Games 2018, tidak lengkap rasanya jika kita tidak berbicara tentang Timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2018. Dan tentu saja, Luis Milla memiliki pemain-pemain lincah yang hebat berkualitas.
Sebut saja pemain Persib Bandung Febri Haryadi, second striker tajam bernama Septian David, dan duo pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya serta bocah ajaib asal Jayapura, Osvaldo Ardiles Haay.
Nama yang terakhir disebutkan adalah nama yang diprediksi bakal bersinar di Asian Games 2018, mengingat skill dan ketajaman yang dia miliki, pemain kelahiran 17 Mei 1998 itu selalu menjadi andalan Luis Milla.
Namun begitu, keinginan Osvaldo Haay untuk menjadi salah satu penyerang terbaik di Asian Games 2018, tidak semulus yang diinginkan. Karena, Osvaldo Haay memiliki pesaing bernama, Mohammad El-Kayed.
Pemain bernama Mohammad El-Kayed itu adalah pemain dari Timnas Palestina U-23, yang lahir di Swedia pada 14 Maret 1997. Berhasil mengantarkan The Knights melesat hingga babak Quarter Final AFC U-23 Championships 2018, nama El-Kayed kembali menghiasi line-up untuk ajang Asian Games 2018 seperti yang dikutip dari transfermarkt.com (8/8/2018).
Sedikit kisah tentang Mohammad El-Kayed, yang memiliki keturunan Swedia dari orang tuanya. Sang pemain yang menguasai 3 posisi seperti sayap kanan, second striker dan penyerang itu merupakan bagian dari Tim KF Skënderbeu, salah satu Tim kuat di Liga Albania.
Meski dia lebih memilih Eropa sebagai karirnya, namun El Kayed lebih memilih untuk membela Palestina sebagai Negara yang dia bela, dan bersaing bersama dengan Osvaldo Haay di ajang Asian Games 2018.
Indonesia dan Palestina sendiri telah dijadwalkan untuk saling berhadapan satu sama lain pada Rabu, 15 Agustus 2018 sekitar pukul 19:00 WIB. So, siapakah diantara kedua pemain yang akan tampil lebih baik?
Sumber
Terbukti, pemain-pemain jebolan Asian Games kini memiliki karir hebat bersama Tim-tim besar Eropa, seperti contohnya Son Heung Min yang saat ini selalu menjadi andalan di lini serang Tottenham Hotspurs.
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa, Son Heung Min sukses mengantarkan Korea Selatan meraih gelar Juara cabang sepakbola Asian Games 2014 yang pada saat itu digelar di Incheon, Korea Selatan.
Dapat kita simpulkan bahwa persaingan di ajang sepakbola bukan hanya terletak pada persaingan 25 Negara yang ikut ambil bagian, namun persaingan lebih ketat justru dimiliki oleh masing-masing individu.
Berbicara Asian Games 2018, tidak lengkap rasanya jika kita tidak berbicara tentang Timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2018. Dan tentu saja, Luis Milla memiliki pemain-pemain lincah yang hebat berkualitas.
Sebut saja pemain Persib Bandung Febri Haryadi, second striker tajam bernama Septian David, dan duo pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya serta bocah ajaib asal Jayapura, Osvaldo Ardiles Haay.
Nama yang terakhir disebutkan adalah nama yang diprediksi bakal bersinar di Asian Games 2018, mengingat skill dan ketajaman yang dia miliki, pemain kelahiran 17 Mei 1998 itu selalu menjadi andalan Luis Milla.
Namun begitu, keinginan Osvaldo Haay untuk menjadi salah satu penyerang terbaik di Asian Games 2018, tidak semulus yang diinginkan. Karena, Osvaldo Haay memiliki pesaing bernama, Mohammad El-Kayed.
Pemain bernama Mohammad El-Kayed itu adalah pemain dari Timnas Palestina U-23, yang lahir di Swedia pada 14 Maret 1997. Berhasil mengantarkan The Knights melesat hingga babak Quarter Final AFC U-23 Championships 2018, nama El-Kayed kembali menghiasi line-up untuk ajang Asian Games 2018 seperti yang dikutip dari transfermarkt.com (8/8/2018).
Sedikit kisah tentang Mohammad El-Kayed, yang memiliki keturunan Swedia dari orang tuanya. Sang pemain yang menguasai 3 posisi seperti sayap kanan, second striker dan penyerang itu merupakan bagian dari Tim KF Skënderbeu, salah satu Tim kuat di Liga Albania.
Meski dia lebih memilih Eropa sebagai karirnya, namun El Kayed lebih memilih untuk membela Palestina sebagai Negara yang dia bela, dan bersaing bersama dengan Osvaldo Haay di ajang Asian Games 2018.
Indonesia dan Palestina sendiri telah dijadwalkan untuk saling berhadapan satu sama lain pada Rabu, 15 Agustus 2018 sekitar pukul 19:00 WIB. So, siapakah diantara kedua pemain yang akan tampil lebih baik?
Sumber
Lahir di Swedia, Pemain Naturalisasi Ini Pilih Bersaing Dengan Osvaldo Haay di Asian Games
4/
5
Oleh
sulis dwianto





